Keputusan mengejutkan dibuat oleh Mohamed Bin Hammam jelang pemilihan presiden FIFA. Pria asal Qatar itu memutuskan untuk mundur dari pencalonan dan membuat Sepp Blatter jadi calon tunggal.
Keputusan ini muncul beberapa hari setelah isu suap dalam pemilihan presiden FIFA mencuat. Bin Hammam dituduh menyuap anggota Persatuan Sepakbola Karibia (CFU) senilai 40 ribu dolar AS.
Bin Hammam mencurigai tuduhan tersebut dimaksudkan untuk menjegalnya dalam pemilihan yang akan dihelat pada 1 Juni mendatang. Dia pun meminta kepada Komite Etik FIFA untuk membuka proses penyelidikan etika melibatkan Blatter.
Permintaan Bin Hammam dipenuhi oleh Komite Etik FIFA. Rencananya, hari ini Komite Etik akan melakukan hearing yang melibatkan Bin Hammam, Blatter, dan Presiden CONCACAF, Jack Warner.
Namun, sebelum proses hearing dilakukan, Bin Hammam ternyata memilih untuk mengundurkan diri dari pencalonannya.
"Peristiwa baru-baru ini telah membuat saya terluka dan kecewa--pada tingkat profesional dan pribadi," tulis Bin Hammam di situs pribadinya, sebagaimana dikutip Reuters.
"Saya tak bisa mengizinkan nama-nama yang saya cintai makin terseret dalam 'lumpur' karena persaingan antara dua individu. Pertandingan itu sendiri dan orang-orang yang mencintainya di seluruh dunia harus diutamakan. Atas alasan ini, saya mengumumkan pengunduran diri saya dari pemilihan presiden," terangnya.
"Saya tak akan meletakkan ambisi pribadi saya di atas martabat dan integritas FIFA.Selain itu, saya yakin pencalonan saya telah menjadi pemicu perdebatan di dalam FIFA dan mengubah agenda utama," ujar pria 62 tahun ini.
"Saya berdoa pengunduran diri saya tidak akan dikaitkan dengan penyelidikan yang diadakan oleh Komite Etik FIFA karena saya akan muncul sebelum Komite Etik membersihkan nama saya dari tuduhan tak berdasar yang dibuat untuk menyerang saya," tutur Bin Hammam.
"Saya ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua anggota Asosiasi dan individu yang mendukung saya. Saya berharap bahwa mereka tidak akan menerima keputusan saya dengan kekecewaan dan frustrasi," beber pria yang masih menjabat Presiden Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) ini.
"Saya ucapkan terima kasih khusus untuk kawan dan kolega saya, Jack Warner, atas dukungannya yang tak terbatas. Saya minta maaf karena dia harus menderita karena saya, tapi saya berjanji bahwa saya akan selalu bersamanya," tuntasnya.
Dengan mundurnya Bin Hammam, maka Blatter akan menjadi calon tunggal Presiden FIFA. Dia pun berpeluang melanjutkan kekuasaannya di FIFA yang sudah berjalan selama 13 tahun.
Sumber : detiksport.com
Keputusan ini muncul beberapa hari setelah isu suap dalam pemilihan presiden FIFA mencuat. Bin Hammam dituduh menyuap anggota Persatuan Sepakbola Karibia (CFU) senilai 40 ribu dolar AS.
Bin Hammam mencurigai tuduhan tersebut dimaksudkan untuk menjegalnya dalam pemilihan yang akan dihelat pada 1 Juni mendatang. Dia pun meminta kepada Komite Etik FIFA untuk membuka proses penyelidikan etika melibatkan Blatter.
Permintaan Bin Hammam dipenuhi oleh Komite Etik FIFA. Rencananya, hari ini Komite Etik akan melakukan hearing yang melibatkan Bin Hammam, Blatter, dan Presiden CONCACAF, Jack Warner.
Namun, sebelum proses hearing dilakukan, Bin Hammam ternyata memilih untuk mengundurkan diri dari pencalonannya.
"Peristiwa baru-baru ini telah membuat saya terluka dan kecewa--pada tingkat profesional dan pribadi," tulis Bin Hammam di situs pribadinya, sebagaimana dikutip Reuters.
"Saya tak bisa mengizinkan nama-nama yang saya cintai makin terseret dalam 'lumpur' karena persaingan antara dua individu. Pertandingan itu sendiri dan orang-orang yang mencintainya di seluruh dunia harus diutamakan. Atas alasan ini, saya mengumumkan pengunduran diri saya dari pemilihan presiden," terangnya.
"Saya tak akan meletakkan ambisi pribadi saya di atas martabat dan integritas FIFA.Selain itu, saya yakin pencalonan saya telah menjadi pemicu perdebatan di dalam FIFA dan mengubah agenda utama," ujar pria 62 tahun ini.
"Saya berdoa pengunduran diri saya tidak akan dikaitkan dengan penyelidikan yang diadakan oleh Komite Etik FIFA karena saya akan muncul sebelum Komite Etik membersihkan nama saya dari tuduhan tak berdasar yang dibuat untuk menyerang saya," tutur Bin Hammam.
"Saya ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua anggota Asosiasi dan individu yang mendukung saya. Saya berharap bahwa mereka tidak akan menerima keputusan saya dengan kekecewaan dan frustrasi," beber pria yang masih menjabat Presiden Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) ini.
"Saya ucapkan terima kasih khusus untuk kawan dan kolega saya, Jack Warner, atas dukungannya yang tak terbatas. Saya minta maaf karena dia harus menderita karena saya, tapi saya berjanji bahwa saya akan selalu bersamanya," tuntasnya.
Dengan mundurnya Bin Hammam, maka Blatter akan menjadi calon tunggal Presiden FIFA. Dia pun berpeluang melanjutkan kekuasaannya di FIFA yang sudah berjalan selama 13 tahun.
Sumber : detiksport.com

No comments:
Post a Comment