Bintang muda Nigeria, Ahmed Musa tetap berpuasa saat memperkuat timnya
di ajang Piala Dunia U -20 di Kolombia yang digelar saat Ramadan (Photo : tribunnews.com)
KOMITMEN seseorang pada puasa yang dijalani seringkali terbentur
dengan berbagai kepentingan. Bintang muda Nigeria, Ahmed Musa pun
mengalami benturan seperti itu tatkala harus memperkuat timnya di ajang
Piala Dunia U -20 di Kolombia yang digelar saat Ramadan ini. Bagaimana
keputusannya?
Ternyata, striker asal klub liga utama Belanda, VVV
Venlo ini memutuskan untuk tetap berpuasa, menahan lapar dan haus saat
membela negaranya di ajang pentas sepak bola paling bergengsi tersebut.
Sekalipun banyak pihak menyarankan ia agar tak berpuasa, namun Ahmed Musa bergeming. Padahal sejumlah akademisi termasuk juga ahli medis menyebutkan, secara teoritis kondisi fisik dan stamina seseorang akan tergerus cukup drastis akibat berpuasa.
Tak hanya itu, ada juga yang menyebutkan kondisi dehadrasi karena tak minum ditambah dengan mengeluarkan cairan sangat banyak saat bermain sepak bola berpotensi menimbulkan gangguan yang membahayakan.
Toh, Ahmed Musa jalan terus. Ia seperti menutup kedua kupingnya dari penjelasan medis seperti itu, dan memilih mendengar kata hati serta keyakinannya sendiri. Pria kelahiran Jos, Nigeria 14 Oktober 1992 ini memang meyakini, kebiasaan berpuasa sejak kecil akan membuat tubuhnya terbiasa dengan rasa lapar, dan haus, bahkan untuk kondisi ekstrem seperti saat bertanding.
Ahmed Musa yang disebut-sebut sebagai pemain muda paling menonjol di Nigeria, bahkan di Afrika saat ini memang jadi pemain pilar di tim yang berjuluk 'The Flying Eagles' tersebut.
Akhir pekan lalu, ia bermain impresif dengan mencetak dua gol dan satu assist saat timnya menghajar Guetemala 5-0 di penyisihan grup D. Melawan dua rival lain di grup, Arab Saudi, dan Kroasia, Musa dipastikan dalam kondisi puasa.
"Bukan masalah besar bagiku harus bermain dalam kondisi lapar dan haus. Saya sudah terbiasa sejak kecil berpuasa mengikuti sunah Nabi Muhammad SAW. Saya juga sudah terbiasa main bola sambil berpuasa," katanya dikutip dari situs Next.
Sebagai catatan, keberadaan Musa di tim Nigeria U-20 di Kolombia ini sempat mengundang polemik. Pasalnya, klubnya, VVV Venlo tak mengijinkan pemain bintang ini berkiprah di sana dengan alasan takut cedera.
Melalui negoisasi alot, akhirnya pihak Venlo memberi izin. Kubu Nigeria sendiri ngotot mendapatkan Musa lantaran sangat memerlukan tenaga winger yang digambarkan punya kecepatan seperti kilat ini.
Musa tak hanya sendirian yang berpuasa di tim Flying Eagles. Menurut juru bicara tim Nigeria, Samm Audu, sedikitnya ada tiga pemain di barisan starter yang juga ikut berpuasa. Mereka adalah Ganiu Ogungbe, Kapten Ramon Azeez, serta Abduljaleel Ajagun.
Pelatih Nigeria, John Obuh memang menyerahkan masalah puasa ini kepada pemainnya. "Puasa adalah masalah pribadi antara seorang manusia dengan Tuhannya. Saya tak ingin mencampurinya. Saya hanya minta pernyataan kesanggupan dari pemain bersangkutan, bahwa mereka tetap siap menampilkan yang terbaik saat berpuasa," kata sang pelatih.
Uniknya lagi, menurut informasi seorang ofisial, bahkan ada beberapa pemain beragama kristen di skuad Nigeria yang malah pernah ikut-ikutan berpuasa. "Ada beberapa pemain kristiani di tim ini seperti Philemon Daniel, dan Dami Paul. Entah dengan alasan apa, keduanya juga malah ikut berpuasa, baik saat latihan maupun saat pertandingan. Dan percayalah, pemain yang berpuasa itu sama sekali tak memberi efek negatif pada kekuatan tim," ujar ofisial tersebut.
Nigeria memang termasuk salah satu negara muslim yang terbesar di Afrika. Unsur religiusitas kerap melekat erat dalam sendi kehidupan mereka, termasuk juga dalam sepak bola. Beberapa waktu lalu misalnya, para pemain tim Nigeria U-23 bahkan diminta untuk ramai-ramai berpuasa jelang pertarungan melawan Tanzania dalam partai krusial kualifikasi Olimpiade 2012.
"Kami berpuasa untuk mendapat kekuatan spiritual dari Allah, dan juga mendapat ridho-Nya. Selain itu kita pun menggelar doa bersama," kata salah seorang pemain Nigeria U-23 dikutip dari The Nation.
Sumber : tribunnews.com
Sekalipun banyak pihak menyarankan ia agar tak berpuasa, namun Ahmed Musa bergeming. Padahal sejumlah akademisi termasuk juga ahli medis menyebutkan, secara teoritis kondisi fisik dan stamina seseorang akan tergerus cukup drastis akibat berpuasa.
Tak hanya itu, ada juga yang menyebutkan kondisi dehadrasi karena tak minum ditambah dengan mengeluarkan cairan sangat banyak saat bermain sepak bola berpotensi menimbulkan gangguan yang membahayakan.
Toh, Ahmed Musa jalan terus. Ia seperti menutup kedua kupingnya dari penjelasan medis seperti itu, dan memilih mendengar kata hati serta keyakinannya sendiri. Pria kelahiran Jos, Nigeria 14 Oktober 1992 ini memang meyakini, kebiasaan berpuasa sejak kecil akan membuat tubuhnya terbiasa dengan rasa lapar, dan haus, bahkan untuk kondisi ekstrem seperti saat bertanding.
Ahmed Musa yang disebut-sebut sebagai pemain muda paling menonjol di Nigeria, bahkan di Afrika saat ini memang jadi pemain pilar di tim yang berjuluk 'The Flying Eagles' tersebut.
Akhir pekan lalu, ia bermain impresif dengan mencetak dua gol dan satu assist saat timnya menghajar Guetemala 5-0 di penyisihan grup D. Melawan dua rival lain di grup, Arab Saudi, dan Kroasia, Musa dipastikan dalam kondisi puasa.
"Bukan masalah besar bagiku harus bermain dalam kondisi lapar dan haus. Saya sudah terbiasa sejak kecil berpuasa mengikuti sunah Nabi Muhammad SAW. Saya juga sudah terbiasa main bola sambil berpuasa," katanya dikutip dari situs Next.
Sebagai catatan, keberadaan Musa di tim Nigeria U-20 di Kolombia ini sempat mengundang polemik. Pasalnya, klubnya, VVV Venlo tak mengijinkan pemain bintang ini berkiprah di sana dengan alasan takut cedera.
Melalui negoisasi alot, akhirnya pihak Venlo memberi izin. Kubu Nigeria sendiri ngotot mendapatkan Musa lantaran sangat memerlukan tenaga winger yang digambarkan punya kecepatan seperti kilat ini.
Musa tak hanya sendirian yang berpuasa di tim Flying Eagles. Menurut juru bicara tim Nigeria, Samm Audu, sedikitnya ada tiga pemain di barisan starter yang juga ikut berpuasa. Mereka adalah Ganiu Ogungbe, Kapten Ramon Azeez, serta Abduljaleel Ajagun.
Pelatih Nigeria, John Obuh memang menyerahkan masalah puasa ini kepada pemainnya. "Puasa adalah masalah pribadi antara seorang manusia dengan Tuhannya. Saya tak ingin mencampurinya. Saya hanya minta pernyataan kesanggupan dari pemain bersangkutan, bahwa mereka tetap siap menampilkan yang terbaik saat berpuasa," kata sang pelatih.
Uniknya lagi, menurut informasi seorang ofisial, bahkan ada beberapa pemain beragama kristen di skuad Nigeria yang malah pernah ikut-ikutan berpuasa. "Ada beberapa pemain kristiani di tim ini seperti Philemon Daniel, dan Dami Paul. Entah dengan alasan apa, keduanya juga malah ikut berpuasa, baik saat latihan maupun saat pertandingan. Dan percayalah, pemain yang berpuasa itu sama sekali tak memberi efek negatif pada kekuatan tim," ujar ofisial tersebut.
Nigeria memang termasuk salah satu negara muslim yang terbesar di Afrika. Unsur religiusitas kerap melekat erat dalam sendi kehidupan mereka, termasuk juga dalam sepak bola. Beberapa waktu lalu misalnya, para pemain tim Nigeria U-23 bahkan diminta untuk ramai-ramai berpuasa jelang pertarungan melawan Tanzania dalam partai krusial kualifikasi Olimpiade 2012.
"Kami berpuasa untuk mendapat kekuatan spiritual dari Allah, dan juga mendapat ridho-Nya. Selain itu kita pun menggelar doa bersama," kata salah seorang pemain Nigeria U-23 dikutip dari The Nation.
Sumber : tribunnews.com


No comments:
Post a Comment