Monday, August 8, 2011

Rusdy Bahalwan dan Misteri Sepak Bola Gajah


Photo : beritajatim.com

Pelatih timnas Persebaya Surabaya dan timnas Indonesia Rusdy Bahalwan berpulang ke sang pencipta. Pria yang dikenal santun dan taat bergama itu meninggalkan misteri ‘sepakbola gajah’.
Usai membawa Bejo Sugiantoro dkk menjuarai Liga Indonesia edisi ketiga, PSSI memintanya menukangi timnas Indonesia di Piala Tiger 1998 di Vietnam.

Di ajang inilah, cerita kontroversial yang masuk dalam sejarah gelap sepakbola Indonesia itu tercipta. Saat itu, karena ingin menghindari tuan rumah Vietnam, Indonesia yang bentrok dengan Thailand bermain sepakbola gajah. Kedua tim sama-sama ingin menghindari kemenangan.

Skor sempat bertahan 2-2, sebelum bek timnas Mursyid Effendi dengan sengaja menceploskan bola ke gawang Hendro Kartiko. Karena gol yang jelas sekali terlihat disengaja itu, Indonesia dan Thailand dijatuhi denda, sementara Mursyid Effendi seumur hidup dilarang tampil di even internasional.

Cerita ini tentu saja mencoreng nama baik Rusdy. Padahal setahun sebelumnya, Rusdy sukses membawa Persebaya juara Liga Indonesia. Namun apakah kesalahan itu patut dilimpahkan untuk Mursyid atau Rusdy seorang? Lantas, siapakah aktor di balik cerita sepakbola gajah itu?

Banyak rumor beredar, hasil tersebut berdasarkan permintaan dari para petinggi sepak bola nasional. Namun hingga akhir hayatnya, Rusdy tetap enggan membeberkan. Bahkan kepada sahabatnya sekaligus rekannya di Persebaya, Soebodro.

"Saya sempat tanya ke Pak Rusdy mengenai kejadian itu," kata Soebodro. Namun Rusdy menolak menjawabnya. "Sulit Bod aku jawabnya," kata Bodro menirukan ucapan Rusdy waktu itu.

"Dia nampaknya tahu saya akan bertanya begitu. Soalnya dia tahu kalau ada yang kurang benar, saya pasti protes," lanjut Bodem, sapaannya. Namun meski didesak, lelaki kelahiran 7 Juni 1947 itu tak mau mengungkapkannya.

"Sebenarnya sayang. Dia baru mengawali karier di Timnas dan harus mengalami kejadian itu," jelas Bodro.
Alhasil, hingga Rusdy berpulang, skenario sebenarnya mengenai sepakbola gajah tak pernah terungkap. Publik hanya tahu, akibat insiden itu Indonesia tetap gagal juara dan harus puas di tempat ketiga. Sedangkan di tubuh PSSI, Ketua Umum yang menjabat kala itu, Azwar Anas akhirnya mundur dan kedudukannya digantikan Agum Gumelar.[beritajatim/yob]

Sumber : inilah.com

No comments:

Post a Comment