Leandro Damiao
Leandro Damiao mempertegas kelayakan menjadi incaran klub-klub besar Eropa setelah menyumbangkan dua gol saat membawa Brasil mencukur Korea Selatan 3-0, dinihari tadi WIB, di Stadion Old Trafford, Manchester, pada babak semi final Olimpiade 2012.
Dua gol Damiao mengantarkan Brasil ke final Olimpiade untuk kali pertama dalam 24 tahun terakhir.
Brasil menurunkan skuat terbaiknya saat melawan The Taeguk Warriors. Namun, Korsel seperti tidak gentar dengan Brasil yang bertabur bintang muda. Gelandang bertahan, Romulo mencetak gol pertama pada menit ke-38 setelah memanfaatkan umpan terobosan pemain yang baru direkrut Chelsea, Oscar. Sang pemain melepaskan bola yang melewati kaki Lee dan disambut Romulo.
Leandro Damiao memperbesar keunggulan tim Samba pada menit ke-57 setelah memanfaatkan umpan silang Neymar. Kecerdikan striker yang diincar AC Milan itu dalam memanfaatkan peluang kembali berbuah gol pada menit ke-64.
Tambahan dua gol membuat Leandro Damiao memimpin perolehan gol di London 2012 menjadi enam gol, melewati torehan pemain Senegal, Moussa Konate. Bukan itu saja, koleksi pemain berusia 23 tahun tersebut membuatnya menyamai pencapaian legenda Brasil, Bebeto di Olimpiade Seoul 1988.
Di Seoul, Sang Penimang Bayi mencetak enam gol. Praktis, Leandro minimal membutuhkan tambahan satu gol untuk menyamai striker legendaries Brasil, Romario. Berduet dengan Bebeto di Seoul 1988, Romario mencetak tujuh gol.
Di sisi lain, kinerja Damiao sudah menyamai apa yang dilakukan duo seniornya tersebut, yakni membawa Brasil menembus babak final Olimpiade.
Striker asal klub Internacional itu berpeluang melebihi pencapaian Romario dan Bebeto, bukan hanya dalam urusan mencetak gol. Romario dan Bebeto kala itu hanya meraih medali perak. Di babak final melawan Meksiko, Leandro dapat melebihi pencapaian Romario dan Bebeto jika berkalung medali emas di Wembley Stadium, Sabtu (11/8/2012) mendatang.
Leandro layak optimis. Pasalnya, skuat asuhan Mano Menezes tersebut dijejali pemain-pemain muda berbakat seperti Neymar, Oscar, Lucas Moura, hingga Rafael da Silva.
"Seluruh tim mengeluarkan usaha lebih untuk mencapai final. Kami senang berhasil mencapai final dan kami di sini untuk memenangkan medali emas. Kami adalah Brasil, kami di sini untuk emas," ujar Leandro, seperti dikutip Associated Press.
Sumber : Tribunnews.com
Dua gol Damiao mengantarkan Brasil ke final Olimpiade untuk kali pertama dalam 24 tahun terakhir.
Brasil menurunkan skuat terbaiknya saat melawan The Taeguk Warriors. Namun, Korsel seperti tidak gentar dengan Brasil yang bertabur bintang muda. Gelandang bertahan, Romulo mencetak gol pertama pada menit ke-38 setelah memanfaatkan umpan terobosan pemain yang baru direkrut Chelsea, Oscar. Sang pemain melepaskan bola yang melewati kaki Lee dan disambut Romulo.
Leandro Damiao memperbesar keunggulan tim Samba pada menit ke-57 setelah memanfaatkan umpan silang Neymar. Kecerdikan striker yang diincar AC Milan itu dalam memanfaatkan peluang kembali berbuah gol pada menit ke-64.
Tambahan dua gol membuat Leandro Damiao memimpin perolehan gol di London 2012 menjadi enam gol, melewati torehan pemain Senegal, Moussa Konate. Bukan itu saja, koleksi pemain berusia 23 tahun tersebut membuatnya menyamai pencapaian legenda Brasil, Bebeto di Olimpiade Seoul 1988.
Di Seoul, Sang Penimang Bayi mencetak enam gol. Praktis, Leandro minimal membutuhkan tambahan satu gol untuk menyamai striker legendaries Brasil, Romario. Berduet dengan Bebeto di Seoul 1988, Romario mencetak tujuh gol.
Di sisi lain, kinerja Damiao sudah menyamai apa yang dilakukan duo seniornya tersebut, yakni membawa Brasil menembus babak final Olimpiade.
Striker asal klub Internacional itu berpeluang melebihi pencapaian Romario dan Bebeto, bukan hanya dalam urusan mencetak gol. Romario dan Bebeto kala itu hanya meraih medali perak. Di babak final melawan Meksiko, Leandro dapat melebihi pencapaian Romario dan Bebeto jika berkalung medali emas di Wembley Stadium, Sabtu (11/8/2012) mendatang.
Leandro layak optimis. Pasalnya, skuat asuhan Mano Menezes tersebut dijejali pemain-pemain muda berbakat seperti Neymar, Oscar, Lucas Moura, hingga Rafael da Silva.
"Seluruh tim mengeluarkan usaha lebih untuk mencapai final. Kami senang berhasil mencapai final dan kami di sini untuk memenangkan medali emas. Kami adalah Brasil, kami di sini untuk emas," ujar Leandro, seperti dikutip Associated Press.
Sumber : Tribunnews.com


No comments:
Post a Comment