Tuesday, October 30, 2012

Dulunya Doyan Homesick dan Nangis

Satu Dekade Iniesta di Barca

Andres Iniesta kecil berfoto di depan La Masia (Photo : Marca)

Bocah itu begitu kecil dan kurus. Saking kecilnya, angin seolah bisa menghempaskannya. Tapi, tatapannya tajam, indikasi awal bahwa Andres Iniesta anak yang pintar.



Di penghujung 1990-an, Josep Guardiola yang ketika itu masih bermain pernah berkata pada Xavi, “Kamu akan membuat saya pensiun, tapi bocah ini akan membuat kita semua pensiun.”

Anak yang dimaksud Pep tak lain adalah Andres Iniesta Lujan.

Terasa aneh memang, tapi kenyataannya di musim 2000/2001, Pep dan Xavi masih merupakan rekan setim dan Iniesta yang ketika itu berada di Barcelona B sering berlatih bersama mereka.

Pintar, umpan akurat, cepat, selalu ada saat dibutuhkan, intuitif, serba guna, dan rendah hati. Itulah atribut pemain berjuluk Illusionista ini. Prediksi Pep lebih dari 10 tahun kemudian akhirnya terbukti benar.

Pada 29 Oktober kemarin, genap sudah sepuluh tahun Andres Iniesta memperkuat Barcelona. Bila orang yang memberi Iniesta debut pada 2002 silam adalah Louis van Gaal, tak banyak yang tahu siapa yang membawa Iniesta ke Barca.

Iniesta diboyong ke La Masia pada 1996 atau ketika usianya baru 12 tahun. Adalah Alberto Benaiges orang yang membawa Iniesta ke La Masia. Sebelumnya, Iniesta berkostum Albacete Balompie.

Saat itu Benaiges menemukan Iniesta di turnamen tujuh lawan tujuh. Benaiges bukan sembarang pelatih muda. Benaiges pulalah yang menemukan bakat-bakat terpendam Victor Valdes, Gerard Pique, dan Jordi Alba.

Yang paling diingat Benaiges dari Iniesta kecil ada dua, pintar kala di lapangan dan cengeng bila sudah di kamar. Iniesta kerap menangis bila kangen rumah. Albacete dan Barcelona berjarak cukup jauh sehingga orang tua Iniesta hanya bisa berkunjung 2 minggu sekali.

Homesick sempat dianggap sebagai masalah serius. Iniesta semakin sering mengurung diri di kamar dan menangis. Gara-gara masalah kangen rumah ini, Benaiges sempat tak yakin Iniesta bakal bertahan.

Untuk hal yang satu ini, insting Benaiges ternyata salah. Kini, di usianya yang ke-28 tahun Iniesta semakin dewasa. Dengan 19 gelarnya bersama Blaugrana, pria yang baru saja melepas masa lajangnya ini pun sah jadi legenda hidup Barca bersama duet sehati Xavi Hernandez.

“Pertama kali melihatnya sewaktu masih memperkuat Albacete pada turnamen tujuh lawan tujuh ketika 1996 silam,” kata Benaiges seperti dikutip dari Marca.

“Dia sangat kecil tapi begitu pintar. Itu yang pertama saya ingat darinya. Lalu kami pun merekrutnya,” kata Benaiges.

“Umur 12 tahun, Iniesta mulai masuk La Masia. Itu masa-masa yang sulit untuknya. Dia begitu menderita karena jauh dari orang tua. Saya sempat tak yakin dia bisa melaluinya,” kata Benaiges.

“Tapi dia tak pernah bilang ingin pergi. Dia memilih bertahan dan itu jadi bukti paling awal dari determinasinya,” kata Benaiges.

Gol menit terakhirnya ke gawang Chelsea di Stamford Bridge pada semifinal Liga Champions musim 2008/2009 silam serta gol perpanjangan waktunya ke gawang Belanda di final Piala Dunia 2010 lalu akan tertanam lama dan membuktikan kebenaran ucapan terakhir Benaiges.

Sumber : Okezone.com

No comments:

Post a Comment