Kesepakatan yang baru terjalin antara perusahaan jasa peminjaman uang, Wonga dengan Newcastle United, membuat pemain muslim dalam skuad 'The Magpies' dilarang kenakan seragam anyarnya.
Kerjasama yang melibatkan dana sebesar 24 juta Pounds atau sekitar 369 miliar Rupiah, langsung mendapat kecaman dari berbagai kalangan, termasuk Muslim Council of Britain (MCB), yang merupakan majelis Islam di Inggris.
Sebagai bentuk ketidaksetujuan akan kerjasama dengan Wonga, MCB melarang Demba Ba, Papiss Cisse, Cheick Tiote dan Hatem Ben Arfa, mengenakan seragam dengan logo perusahaan tersebut.
"Kami (Islam) memiliki aturan agama dan memberi kebebasan pada tiap individu untuk mematuhi atau tidak. Larangan itu bertujuan untuk menghindari publik dari ketergantungan pada pihak yang kaya dan berkuasa," seru Sheik Ibrahim Mogra, selaku Wakil Sekjen MCB, seperti dilansir Eurosport.
"Ketika publik sudah ketergantungan, maka yang miskin akan terjerat hutang dan kesulitan untuk membayar," tegasnya.
Hingga kini, pihak Newcastle belum memberikan tanggapan resmi soal kecaman tersebut. Namun, Alan Pardew selaku pelatih tentu tak ingin pemainnya terganggu karena perkara ini.
Kasus serupa juga pernah dialami oleh striker asal Mali, Frederick Kanoute. Pada tahun 2007, ia menolak mengenakan seragam yang disponsori sebuah rumah judi. Namun, permasalahan bisa dipecahkan setelah mendapat izin bermain dengan syarat khusus.
Sumber : Inilah.com

No comments:
Post a Comment