Mateu Lahoz, wasit yang memimpin laga Barcelona kontra Sevilla di Ramon Sanchez Pizjuan, Sabtu (29/9/2012).
(Photo : Goal)
(Photo : Goal)
Dalam laga yang berakhir 3-2 untuk Barcelona itu, Lahoz membuat keputusan kontroversial pada menit ke-72 setelah memberikan kartu merah pemain Sevilla, Gary Medel. Wasit berusia 35 tahun itu menganggap Medel sengaja menanduk dada gelandang Barcelona, Cecs Fabregas.
Namun, dalam tayangan ulang, Medel sama sekali tidak memperlihatkan pelanggaran yang dituduhkan Lahoz. Beberapa pihak malah menilai, reaksi Fabregas terlalu berlebihan.
Seusai pertandingan, kubu Sevilla mengecam keputusan Lahoz karena dianggap menguntungkan Barcelona. Uniknya, kubu "Blaugrana" sempat mengaku bingung dengan keputusan wasit tersebut.
"Tak ada pelanggaran. Itu hanya benturan biasa antarpemain dan kepala mereka sempat bersentuhan. Namun, itu tidak memperlihatkan tindak kekerasan," demikian pernyataan RFEF.
"Di sisi lain, pemain lawan terlihat membesar-besarkan efek dari sentuhan itu seakan menerima tandukan keras. Akibatnya, Gary Medel diusir dari lapangan karena dia dinilai melakukan tindak kekerasan. Itu jelas kesalahan teknis. Karenanya fakta insiden itu bukan jadi acuan hukuman itu," lanjut pernyataan tersebut.
Atas sanksi itu, RFEF menunjuk Clos Gomez untuk menggantikan Lahoz, yang awalnya dijadwalkan memimpin laga antara Real Madrid dan Celta Vigo, 20 Oktober.
Sumber : kompas.com


No comments:
Post a Comment