Thursday, December 3, 2009

Gambaran Tim Pot 1 Drawing Piala Dunia 2010

Drawing Piala Dunia 2010

Pot 1 (Tim Unggulan)
Afrika Selatan:
Ini adalah final pertama Afrika Selatan sejak tahun Piala Dunia 2002 di Korsel-Jepang. Masuknya Afrika Selatan sebagai salah satu dari delapan tim unggulan mungkin hanya karena faktor tuan rumah. FIFA sepertinya tidak mau tuan rumah cepat masuk kotak, sehingga memberi harapan dengan menghindarkan tuan rumah dari tim-tim unggulan.

Kekuatan Afrika Selatan belakangan ini sangat tidak menggembirakan, hanya penampilan di Piala Konfederasi (Afsel juga bertindak sebagai tuan rumah) ada sedikit memunculkan memunculkan harapan setelah mampu masuk babak knock out.

Brasil:
Seperti biasa, siapa tidak kenal Brasil? Tim ini adalah spesialis dan selalu menjadi favorit di turnamen-turnamen yang diikutinya. Pelatih sekarang ,Dunga, juga telah merubah gaya bermain timSamba menjadi lebih terukur dalammencapai kemenangan, tidak melulu hanya bermain indah. Kepiawaian kiper Julio Cesar (Inter Milan) dan ketajaman striker Luis Fabiano (Sevilla) paling tidak akan kembali menambah kekuatan Brasil di Afsel selain sudah adanya pemain bintang, Kaka (madrid).

Spanyol:
Keberhasilan Spanyol memecahkan telur nihil juara semenjak mereka juara Piala Eropa 1964, dengan merengkuh tropi Euro 2008 lalu, Spanyol menjadi kekuatan yang tidak boleh diremehkan di Piala Dunia 2010.

Meskipun pertahanan Tim Matador tidak terlalu kuat tapi mereka punya lini tengah yang kreatif dan para striker depan yang tajam-tajam. Pertandingan berat mungkin baru akan dijalani Spanyol di babak knock out.

Italia:
Tentu semua masih ingat bagaimana Italia dengan kekuatan lini pertahanannya yang sangat mumpuni, tidak terlalu diunggulkan, mereka malah meraih juara Piala Dunia 2006 di Jerman.

Marcello Lippi kembali mengambil alih kendali dari Roberto Donadoni setelah Italia tidak berkutik di Euro 2008 yang mempertahan banyak pemain tua. Umur bisa menjadi masalah utama buat Italia, jangan sampai terjadi seperti ketika mereka juara Piala Dunia 1982 namaun kemudian terkapar di Piala Dunia Meksiko 1986.

Jerman:
Joachim Low masih menukangi tim finalis di Euro 2008. Prestasi Der Panzer saat itu dianggap hanya kebetulan saja. Low harus membuktikan kembali hasil karyanya di Afsel 2010, kalau tidak mau kehilangan jabatannya.

Meskipun demikian Jerman akan selalu hadir di sebuah turnamen sebagai tim unggulan dan menjadi tim yang menakutkan buat tim-tim lain.

Argentina:
Dengan kualitas individu pemain yang mumpuni, Argentina menjadi sebuah tim yang jelek di tangan pelatihnya, Diego Maradona. Tim Tango benar-benar lolos dengan keberuntungan. Bagaimana tidak, gol ajaib di menit-menit terakhir dari pemain veteran, Martin Palermo, saat menghadapi Peru, menjadi momen kunci kelolosan Argentina.
Meski demikian Argentina dengan skuad bertalenta saat ini sangat berpotensi membuat kejutan di Afsel. Lionel Messi sebagai pemain terbaik Eropa 2009 akan menjadi ujung tombak perjuangan anak asuh Maradona (kalau masih dipertahankan).


Inggris:
Di bawah asuhan tangan pelatih otokratis asal Italia, Fabio Capello, Inggris saat ini menjelma menjadi tim paling subur yang menuju ke Afsel 2010. Capello malah secara terbuka berani manjanjikan Three Lion akan ke final.

Namun Capello harus sadar kalau Inggris saat ini belum kuat mental dalam menghadapi tim-tim terbaik dunia. Buktinya dalam laga-laga persahabatan yang sudah dijalani, Inggris sudah kalah di tangan Prancis, Brasil, dan Spanyol. Hati-hati Don Capello!

Belanda:
Perempat-finalis di Piala Dunia 2006 dan Euro 2008, Belanda melenggang melalui kualifikasi dengan catatan 100%. Penampilan mereka di Euro 2008 mengundang decak kagum dari penggemar sepak bola di seantero dunia. mengulangi sepakbola menyerang mereka ditampilkan di Kejuaraan Eropa terakhir.

Kelemahan Tim Oranye adalah ketidakcukupan pemain yang punya skill sepadan, pemain cadangan tidak selevel pemain inti, terutama di lini pertahanan.

Disadur dari : soccernet.com

No comments:

Post a Comment