VAHID Halilhodzic dianggap pelatih yang tepat buat Pantai Gading, di saat para pemainnya sedang euforia hidup mewah karena sukses di Eropa. Punya kedisiplinan tinggi, juga otoritar. Sepintas, dia membuat pemain seperti pasukan tentara. Tapi, gayanya ternyata cocok buat Pantai Gading.
Apalagi, pelatih asal Bosnia-Herzegovina ini juga bekas pemain sukses. Sebagai striker, dia tergolong produktif saat bermain. Kesuksesan terbesar ketika dia membela Nantes pada 1981. Pada tahun pertamanya, dia sudah membawa Nantes juara Ligue 1. Dia juga menjadi top skorer Liga Perancis pada 1983 dan 1985.
Mengawali karier palatih di FK Velez Mostar pada 1990, dia segera dikenal punya kualitas. Apalagi ketika menangani Raja Casablanca (Maroko), dia langsung membawa tim ini juara Liga Champions Afrika pada 1997. Setahun kemudian dia menangani klub Perancis, Lille. Di luar dugaan, dia membawa klub yang tadinya berada di Ligue 1 itu promosi ke Ligue 2. Bahkan, tahun beriukutnya dia membawa Lille tampil di Liga Champions Eropa.
Setelah menangani Al-Ittihad, dia dikontrak Timnas Pantai Gading pada 2008. Sentuhannya segera terasa. Para pemain Pantai Gading takluk kepadanya dan tak ada yang berani membantah, meski dia menerapkan disiplin tinggi dan terkadang terkesan otoriter.
Faktanya, Pantai Gading menjadi tim kuat dan paling ditakuti di antara tim Afrika lainnya. Di babak kualifikasi, Pantai Gading tak pernah kalah.
"Saya akan menjadi pelatih paling bangga dan bahagia jika Pantai Gading masuk semifinal Piala Dunia 2010 atau malah final. Setelah itu, saya mungkin akan pensiun dengan tenang," ucap Halilhodzic.
Sumber : kompas.com
Apalagi, pelatih asal Bosnia-Herzegovina ini juga bekas pemain sukses. Sebagai striker, dia tergolong produktif saat bermain. Kesuksesan terbesar ketika dia membela Nantes pada 1981. Pada tahun pertamanya, dia sudah membawa Nantes juara Ligue 1. Dia juga menjadi top skorer Liga Perancis pada 1983 dan 1985.
Mengawali karier palatih di FK Velez Mostar pada 1990, dia segera dikenal punya kualitas. Apalagi ketika menangani Raja Casablanca (Maroko), dia langsung membawa tim ini juara Liga Champions Afrika pada 1997. Setahun kemudian dia menangani klub Perancis, Lille. Di luar dugaan, dia membawa klub yang tadinya berada di Ligue 1 itu promosi ke Ligue 2. Bahkan, tahun beriukutnya dia membawa Lille tampil di Liga Champions Eropa.
Setelah menangani Al-Ittihad, dia dikontrak Timnas Pantai Gading pada 2008. Sentuhannya segera terasa. Para pemain Pantai Gading takluk kepadanya dan tak ada yang berani membantah, meski dia menerapkan disiplin tinggi dan terkadang terkesan otoriter.
Faktanya, Pantai Gading menjadi tim kuat dan paling ditakuti di antara tim Afrika lainnya. Di babak kualifikasi, Pantai Gading tak pernah kalah.
"Saya akan menjadi pelatih paling bangga dan bahagia jika Pantai Gading masuk semifinal Piala Dunia 2010 atau malah final. Setelah itu, saya mungkin akan pensiun dengan tenang," ucap Halilhodzic.
Sumber : kompas.com

No comments:
Post a Comment