Rasis adalah satu prilaku yang tidak pernah ditoleransi dalam berbagai sisi kehidupan. Selama ini rasis kerap terjadi di dunia sepakbola. Pemain yang berasal dari Benua Hitam selalu menjadi pusat hinaan saat berada di Eropa.
Hal ini menjadi perhatian serius bagi striker Timnas Kamerun Samuel Eto'o. Pemain Inter Milan ini berharap dengan Afrika Selatan (Afsel) menjadi tuan rumah aksi rasis berakhir.
Eto'o tiba di kompetisi Eropa pada 1996 ketika dia bergabung dengan Real Madrid. Kemudian dia melanjutkan kariernya bersama Real Mallorca, Barcelona dan Inter Milan.
Namun, Eto'o mengklaim dia adalah target rasis baik di Spanyol dan Italia. Dia berharap Piala Dunia ini bisa menjadi kekuatan untuk perubahan.
"Ini tidak pernah mudah dan sampai akhir karier saya tidak akan mudah," kata Eto'o seperti dilansir reuters, Selasa (8/6/2010).
"Tapi mungkin Piala Dunia ini menjadi yang pertama di Afrika, dapat mengubah sikap seperti yang saya harapkan. yang jelas, saya sangat menderita di Italia musim ini. Jadi bukan hanya satu negara di mana ada rasisme," paparnya.
"Tapi untuk mendapatkan penghargaan ini, Anda harus melalui itu. Dan itulah mengapa kami bermain luar biasa di negara tempat idola saya, Madiba (Nelson Mandela)," tegasnya.
Sumber : okezone.com
Hal ini menjadi perhatian serius bagi striker Timnas Kamerun Samuel Eto'o. Pemain Inter Milan ini berharap dengan Afrika Selatan (Afsel) menjadi tuan rumah aksi rasis berakhir.
Eto'o tiba di kompetisi Eropa pada 1996 ketika dia bergabung dengan Real Madrid. Kemudian dia melanjutkan kariernya bersama Real Mallorca, Barcelona dan Inter Milan.
Namun, Eto'o mengklaim dia adalah target rasis baik di Spanyol dan Italia. Dia berharap Piala Dunia ini bisa menjadi kekuatan untuk perubahan.
"Ini tidak pernah mudah dan sampai akhir karier saya tidak akan mudah," kata Eto'o seperti dilansir reuters, Selasa (8/6/2010).
"Tapi mungkin Piala Dunia ini menjadi yang pertama di Afrika, dapat mengubah sikap seperti yang saya harapkan. yang jelas, saya sangat menderita di Italia musim ini. Jadi bukan hanya satu negara di mana ada rasisme," paparnya.
"Tapi untuk mendapatkan penghargaan ini, Anda harus melalui itu. Dan itulah mengapa kami bermain luar biasa di negara tempat idola saya, Madiba (Nelson Mandela)," tegasnya.
Sumber : okezone.com

No comments:
Post a Comment