Menteri Olahraga satu negara pasti akan mendukung penuh kala tim nasional (timnas) sepakbolanya mengikuti turnamen besar. Namun sangat kontradiktif dengan apa yang dilakukan Menteri Olahraga Prancis Rama Yade.
Yade menyerang kebijakan Timnas Prancis yang menyewa salah satu hotel paling eksklusif di
Afrika Selatan (Afsel). Dia menyatakan tidak pantas menyewa hotel mewah saat Prancis tengah menghadapi krisis finansial.
Skuad Raymond Domenech akan tinggal di Pezula Resort Hotel dengan tarif 500 poundsterling (Rp7 juta) per-malam per kamar. Bahkan berbagai kalangan mengklaim menjadi resor di Afsel yang paling mewah.
"Saya tidak akan memilih hotel ini," tegas Yade. Keputusan Yade ini sangat bertolakbelakang dengan anggota kabinet di Prancis yang mengizinkan timnasnya tinggai di Pezula Resort Hotel.
"Saya mengharapkan Perancis mempesona kami dengan hasil di Piala Dunia daripada bermewah-mewah di hotel. Saya juga telah meminta mereka menentukan yang layak saat krisis seperti ini," paparnya.
Sumber : okezone.com
Yade menyerang kebijakan Timnas Prancis yang menyewa salah satu hotel paling eksklusif di
Afrika Selatan (Afsel). Dia menyatakan tidak pantas menyewa hotel mewah saat Prancis tengah menghadapi krisis finansial.
Skuad Raymond Domenech akan tinggal di Pezula Resort Hotel dengan tarif 500 poundsterling (Rp7 juta) per-malam per kamar. Bahkan berbagai kalangan mengklaim menjadi resor di Afsel yang paling mewah.
"Saya tidak akan memilih hotel ini," tegas Yade. Keputusan Yade ini sangat bertolakbelakang dengan anggota kabinet di Prancis yang mengizinkan timnasnya tinggai di Pezula Resort Hotel.
"Saya mengharapkan Perancis mempesona kami dengan hasil di Piala Dunia daripada bermewah-mewah di hotel. Saya juga telah meminta mereka menentukan yang layak saat krisis seperti ini," paparnya.
Sumber : okezone.com

No comments:
Post a Comment