Icuk Sugiarto, mantan juara dunia tunggal putra bulutangkis, menegaskan dirinya sangat miris melihat pendanaan di sepakbola yang mencapai puluhan miliar, sementara dari segi prestasi sama sekali tidak ada, jika dibandingkan dengan cabang bulutangkis.
Semakin memilukan kata Icuk, karena dana tersebut sebagian besar berasal dari APBD (Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah) yang nota bene uang rakyat, dan dihabiskan dengan sia-sia tanpa ada prestasi.
Icuk yang saat ini menjabat sebagai ketua pengprov PBSI DKI Jakarta menunjuk dana yang digunakan dua tim ibukota, Persija dan Persitara, yang kabarnya menghabiskan dana hampir Rp40 miliar untuk musim ini.
Padahal dari segi prestasi, Persija hanya mampu finish di urutan kelima di bawah Persib Bandung, Persiba Balikpapan, Persipura Jayapura, dan Arema Indonesia yang tampil sebagai juara.
Lebih tragis imbuhnya, nasib yang dialami Persitara. Tim ini bahkan terdegradasi ke divisi utama musim depan, meski tidak sedikit dana rakyat yang telah dihabiskan, yang mestinya dana itu sudah bisa digunakan untuk mencetak juara dunia bulutangkis.
“Untuk mencetak beberapa pemain menjadi juara dunia di bulutangkis, kita cuma butuh dana belasan miliar. Setidaknya sama dengan yang telah dihabiskan percuma oleh Persitara dan Persija,” jelas Icuk ditemui GOAL.com di sela-sela pembukaan turnamen bulutangkis Piala Kapolsek Cengkareng di GOR Cendrawasih Cengkareng, Jakarta Barat, kemarin (4/6).
Mestinya lanjut Icuk, dua tim ibukota itu memiliki rasa tanggung jawab terhadap dana rakyat yang telah dihabiskan percuma tanpa memberikan rasa bangga DKI Jakarta di pentas sepakbola nasional. Terutama Persitara yang justru membuat malu dengan turun kasta musim depan.
Diakuinya, keterpurukan prestasi bulutangkis nasional saat ini lebih karena tidak adanya perhatian oknum pemerintah dalam hal pendanaan, karena hingga saat ini, satu-satunya cabang olahraga yang mampu mengibarkan Merah Putih di Olimpiade, belum mendapatkan bantuan dana dari pemerintah seperti yang diperoleh klub sepakbola.
Sumber : goal.com
Semakin memilukan kata Icuk, karena dana tersebut sebagian besar berasal dari APBD (Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah) yang nota bene uang rakyat, dan dihabiskan dengan sia-sia tanpa ada prestasi.
Icuk yang saat ini menjabat sebagai ketua pengprov PBSI DKI Jakarta menunjuk dana yang digunakan dua tim ibukota, Persija dan Persitara, yang kabarnya menghabiskan dana hampir Rp40 miliar untuk musim ini.
Padahal dari segi prestasi, Persija hanya mampu finish di urutan kelima di bawah Persib Bandung, Persiba Balikpapan, Persipura Jayapura, dan Arema Indonesia yang tampil sebagai juara.
Lebih tragis imbuhnya, nasib yang dialami Persitara. Tim ini bahkan terdegradasi ke divisi utama musim depan, meski tidak sedikit dana rakyat yang telah dihabiskan, yang mestinya dana itu sudah bisa digunakan untuk mencetak juara dunia bulutangkis.
“Untuk mencetak beberapa pemain menjadi juara dunia di bulutangkis, kita cuma butuh dana belasan miliar. Setidaknya sama dengan yang telah dihabiskan percuma oleh Persitara dan Persija,” jelas Icuk ditemui GOAL.com di sela-sela pembukaan turnamen bulutangkis Piala Kapolsek Cengkareng di GOR Cendrawasih Cengkareng, Jakarta Barat, kemarin (4/6).
Mestinya lanjut Icuk, dua tim ibukota itu memiliki rasa tanggung jawab terhadap dana rakyat yang telah dihabiskan percuma tanpa memberikan rasa bangga DKI Jakarta di pentas sepakbola nasional. Terutama Persitara yang justru membuat malu dengan turun kasta musim depan.
Diakuinya, keterpurukan prestasi bulutangkis nasional saat ini lebih karena tidak adanya perhatian oknum pemerintah dalam hal pendanaan, karena hingga saat ini, satu-satunya cabang olahraga yang mampu mengibarkan Merah Putih di Olimpiade, belum mendapatkan bantuan dana dari pemerintah seperti yang diperoleh klub sepakbola.
Sumber : goal.com

No comments:
Post a Comment