Thursday, December 9, 2010

FIFA: Inggris Pecundang Sejati

Blatter (fifa.com)

Presiden FIFA Sepp Blatter mengecap Inggris sebagai pecundang. Pernyataan keras Blatter itu terkait dengan reaksi Inggris menyikapi kekalahan di pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018.


Seperti diketahui, Inggris hanya memperoleh dua suara dari total 22 suara Komite Eksekutif FIFA. Sebaliknya, Rusia yang bukan unggulan selama proses kampanye berhasil keluar sebagai pemenang. Adapun Qatar terpilih menjadi penyelenggara pada Piala Dunia 2022.

Sebelum pemenang diumumkan, media Inggris terus mengecam FIFA dengan menyebut badan tertinggi sepak bola dunia tersebut sudah bobrok karena korupsi.

Beberapa pekan sebelum voting, acaraPanoramayang disiarkan BBCmengungkapkan skandal sejumlah anggota Komite Eksekutif FIFA yang diduga terlibat jual beli suara dukungan.

“Sejujurnya, saya terkejut dengan semua protes Inggris setelah mereka kalah. Inggris adalah negeri fairplay, tapi kini beberapa orang di sana menunjukkan diri sebagai pecundang yang buruk,” papar Blatter kepada majalah mingguan Swis, Weltwoche, sambil menambahkan hasil pemilihan pekan lalu itu jelas dan tanpa rekayasa.

Orang nomor satu di FIFA sejak 1998 itu menyatakan visinya membawa sepak bola ke belahan bumi lain untuk memperluas perkembangannya memang mempengaruhi keputusannya.

“Saya benar-benar merasakan beberapa reaksi yang timbul terasa sedikit arogan dan berasal dari dunia Barat, dari latar belakang Kristen. Beberapa dari mereka hanya tidak bisa terima kalau orang lain punya kesempatan untuk membuat perubahan,” papar Blatter.

“Apa yang salah bila kita menggelar Piala Dunia di wilayah tempat sepak bola menunjukkan potensi yang jauh lebih berarti dari sekadar olahraga?”

Sumber : inilah.com

No comments:

Post a Comment